SCGallery

My Life Journal

Woodworking di Indonesia

Hai, kali ini saya ingin membahas mengenai woodworking.
Tapi sebelumnya saya ingin mendefinisikan apa itu woodworking. Seperti yang kita ketahui, woodworking yang merupakan bahasa Inggris bila di artikan ke bahasa Indonesia menjadi “wood” yang artinya kayu, dan “working” melakukan pekerjaan. Bila disatukan menjadi “melakukan pekerjaan kayu” atau lebih dikenal “tukang kayu”. Namun, kita masyarakat Indonesia mengenal kata tukang dengan konotasi yang berbeda. Tukang sering sekali diasosiasikan dengan pekerjaan kasar, pekerjaan tidak membutuhkan intelektual tinggi, dan sebagainya. Jadi dalam tulisan ini, selanjutnya saya akan tetap menggunakan beberapa istilah dalam bahasa Inggris.

Di Indonesia, woodworking tidaklah menjadi sebuah pekerjaan atau hobby masyarakat pada umumnya. Dalam pemikiran Kita telah terpatri bahwa pekerjaan yang dimulai dengan kata “Tukang” tidak lah menjadi favorit pilihan cita-cita saat kita kecil dulu. Begitu juga dengan orang tua kita, sebagian dari mereka pasti menginginkan anak-anaknya menjalani profesi bergengsi seperti dokter, pilot, pedagang, atau bahkan politisi. Mana Anda pernah mendengar anak-anak yang bercita-cita ingin menjadi tukang jamu, tukang kayu, tukang mebel, tukang becak, tukang nyetir (sopir), tukang bangunan, tukang pijit, dan segala jenis pekerjaan pertukangan lainnya. Mungkin ada, namun hanya segelintir pastinya.
Hal itu mungkin disebabkan oleh tidak adanya pendidikan resmi yang membuat jenis pekerjaan pertukangan dianggap sebagai pekerjaan profesional. Bisa dilihat dari sedikitnya sekolah SMK yang ada di Indonesia. Mungkin karena peminatnya juga kurang.

Kembali ke woodworking.
Di negara-negara maju seperti di eropa atau di amerika, woodworking sudah diajarkan turun temurun oleh orang tua kepada anak-anaknya. Ada beberapa yang menjadikannya sebagai sebuah hobby yang membantu rumah tangga, namun tidak sedikit yang menjadikan woodworking sebagai pekerjaan professional.

Di Indonesia sendiri, woodworking kebanyakan dijalani oleh orang-orang di/dari daerah(terutama di daerah jawa tengah) sebagai bisinis. Produk woodworking rumahan lebih masif kepada produksi untuk bahan bangunan seperti daun pintu, kusen, jendela, dan produk untuk souvenir. Sedangkan untuk produk kabinet/lemari telah didominasi oleh industri besar seperti Ol***ic, Al****os, dll. Pasar lemari/cabinet murah produksi mereka telah menelan industri rumahan yang menggunakan bahan kayu yang lebih mahal dan lebih baik. Dan karena itu merupakan industri kecil, mereka kalah terhadap industri besar yang melakukan produksi massal dengan konsekuensi harga menjadi murah.

Woodworking Untuk Hobby

Bila dijadikan hobby, woodworking dapat membantu kita untuk memperbaiki berbagai benda di rumah. Bahkan woodworking bisa menghemat pengeluaran dana untuk furniture di rumah. Kita dapat membuat meja atau rak buku sendiri daripada membelinya. Walau mungkin Anda bisa membelinya dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah, namun bila sudah jadi hobby, membuat sendiri adalah kepuasan. Selain itu, pemilihan bahan yang akan digunakan juga lebih sesuai dengan keinginan kita.

Contohnya: Kita bisa mendapatkan rak buku 4 susun di ca***our dengan harga Rp 500.000 s/d Rp 1.000.000. Tidak perlu repot membuatnya sendiri. Namun apakah bentuk yang ditawarkan bisa sesuai dengan kondisi ruang kosong di rumah Anda? Bagaimana dengan bahannya? Dengan woodworking, Anda bisa membuat rak buku custom dengan range harga yang sama, ukuran yang bisa disesuaikan dengan ruang yang ada, dan dengan bahan yang berkualitas lebih baik daripada jika kita membelinya di toko.

Hasil yang baik membutuhkan kerja keras yang ekstra serta waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun kepuasan yang didapat pastinya melebihi itu semua.
Ada banyak hal yang bisa dibuat menggunakan skill woodworking. Seperti talenan untuk memotong daging (cutting board), lemari dapur, meja, kursi, bahkan alat musik seperti gitar, drum, piano, dll..

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk memulai hobby yang satu ini. Selain untuk mengisi waktu luang, hobby ini pastinya juga bisa menghasilkan uang.
Saya sendiri baru memulai hobby woodworking ini. Sekitar 1tahun yang lalu ketika saya membeli sebuah cordless drill (bor tanpa kabel menggunakan batterai), saya menyadari ada banyak hal yang bisa dilakukan menggunakan alat tersebut. Hingga akhirnya saya terjerumus kedalam hobby ini.

Artikel berikutnya saya akan membahas mengenai perkakas apa saja yang minimal Anda butuhkan untuk memulai kegiatan woodworking. Berhubung saya sendiri juga baru di dunia woodworking, semua informasi yang saya tulis disini saya dapatkan melalui pengetahuan dan pengalaman yang saya lihat dan alami sendiri.
Jika Anda mempunyai pendapat mengenai tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi dengan saya dan pembaca lainnya. Post pendapat, saran, dan kritikan Anda di bawah.

Cheers!

My Bike

Recently I’ve done built my own bicycle from the very begining. OMG…!!!

DSCN0345E

Hahaha… I don’t even believe it, I finished such a work. I’m really happy with it, and I love to ride on it everytime. So I decide to start ride my bike. I hope this suffer will end with a good health of mine.

I’m so sorry I don’t have any picture about the progress. I’m doing it all alone. So, no one do the camera job.
But, here’s all the latest picture and the part list that I use on this bike.

DSCN0340 DSCN0341 DSCN0342 DSCN0343 DSCN0337 DSCN0338

Here’s the specification:

  • Frame Oldskool Steel
  • Fork Oldskool Steel
  • Headset Pacific Threaded 1″
  • Alloy Stem adaptor
  • Stem Zoom
  • Handle Bar Zoom
  • Brakeset Logan V-Brake (This one is really cheap, and full alloy)
  • Rim SIM HWA (a cheap chinesse brand, but really light)
  • Tire CST Traveller 26×1.15 (Rear&Front)
  • Tube CST Tube 26×1.25-1.50
  • Hub GENIO Chrome
  • Bottom Bracket Shimano UN26/122.5
  • Crank Shimano FC-M171 48-38-28
  • Free Wheel Shimano MF-TZ21 7Speed
  • Front Deraileur Shimano Tourney FD-TX-51
  • Rear Deraileur Shimano Tourney RD-TX-35B
  • Chain UNITED 7Speed RT-212 S50
  • Shifter Shimano Tourney EF-40 (L&R) 21Speed
  • Pedal GENIO AL G-565BK (9/16)
  • Seatpost (Still looking for the cheapest and the best😀 )
  • Saddle (Still looking for the cheapest and the best😀 )

My Stamp Collection

I love to collect anythings especially a historical stuff. Stamps for the example. I love to collect stamp because it is a legacy handed down from my grandpop to my father, and now is the era of me to continue these habits. So, now I’m gonna show you a few of my collection. I’ll update later when I arrive in my home town this july.

This slideshow requires JavaScript.

Basic Photography

Ingin belajar fotografi? Disini saya akan berbagi tentang pemahaman dunia fotografi yang saya dapat dulu di bangku kuliah, dan hasil belajar saya melalui teman-teman di forum.

Apa Itu Fotografi?

Fotografi(photography) berasal dari kata Yunani yaitu “photos” yang artinya Cahaya dan “Grafo” yang artinya Melukis/menulis. Jadi arti gabungan dari dua kata tersebut adalah melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Secara umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat yang digunakan untuk menangkap atau merekam cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan pantulan cahaya (menangkap cahaya) dengan bantuan media pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Pantulan cahaya tersebut membakar medium penangkap cahaya dengan ukuran intensitas cahaya yang telah di kalkulasi oleh mekanis di kamera yang akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki media pembiasan. (Lihat Gbr. 1 dan 2)

Keadaan Normal

Tombol Shutter Ditekan

Medium penangkap cahaya disini adalah film (Negative & Positive). Pada era digital, film telah digantikan oleh sensor digital. Media penangkap cahaya ini selanjutnya kita sebut sebagai sensor. Sedangkan media pembiasan adalah gugusan cermin transparan yang mampu secara fokus membiaskan cahaya. Media pembiasan ini disebut sebagai lensa.

Agar intensitas cahaya yang masuk ter-rekam kedalam sensor dengan tepat, dibutuhkan bantuan alat ukur yang disebut lightmeter/Exposure Meter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya yang masuk dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai exposure. Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh seorang fotografer agar dapat menghasilkan foto yang baik. berikut apa saja itu, dan penjelasan singkatnya.

Speed, Aperture, dan ISO

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dari segi pencahayaan, seorang fotografer harus mengerti mengenai konsep exposure. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, Exposure adalah kombinasi yang tepat antara ISO, Shutter speed, dan bukaan diafragma (Aperture). Berukut akan saya jabarkan satu persatu dari tiga hal tersebut.

Shutter Speed (S/Tv)

Shutter mengendalikan seberapa lama sensor terbuka untuk menangkap cahaya yang masuk. Makin lama shutter terbuka akan semakin banyak cahaya yang ditangkap oleh sensor. Bila memotret objek yang sedang bergerak pada settingan fast-shutter speed maka hasilnya objek akan ‘membeku’ atau diam. Bila disetting slow-shutter maka objek akan terlihat bergerak. Berikut beberapa skala stop untuk shutter speed pada umumnya:

1/1000s 1/500s 1/250s 1/125s 1/60s 1/30s 1/15s 1/8s 1/4s 1/2s 1s 2s 4s 8s 10s 20s 30s Bulb(B)

Bulb, disingkat B, adalah kecepatan pengaturan speed pada kamera SLR yang memungkinkan fotografer untuk meng-kontrol waktu bukaan shutter. Dengan Bulb, Shutter akan tetap terbuka selama tombol shutter tetap ditekan.


Apperture / Diafragma (A/Av)


Aperture terletak di dalam lensa, dan berperan sebagai pintu yang mengendalikan banyaknya cahaya yang dapat mencapai sensor. Makin besar aperture berarti semakin banyak cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya. Aperture biasanya di tandai dengan huruf F. F-Number adalah angka matematis yang menunjukkan diameter dari aperture.
Inilah bagian terpenting untuk memahami bagaimana aperture dan exposure bekerja.

EXPOSURE adalah: Kombinasi dari berapa waktu yang dibutuhkan sensor untuk menangkap cahaya (speed), berapa banyak cahaya yang datang (aperture), dan seberapa sensitif sensor terhadap cahaya (ISO).

Nilai F memiliki notasi yang unik, seperti f/5.6 dan seterusnya. Namun ukuran F yang paling umum digunakan adalah

1.4 – 2 – 2.8 – 4 – 5.6 – 8 – 11 – 16 – 22 – 32

Nomor di atas dikenal juga sebagai f-number full-stop. Jika kita menurunkan f-number dengan 1 (satu) full-stop seperti f/4 ke f/2.8, jumlah cahaya yang masuk akan meningkat. Jika kita meningkatkan nilai F dengan 1 (satu) full-stop seperti f/5.6 ke f/8 maka hanya setengah dari total cahaya yang akan ditangkap oleh sensor.

Jika masih bingung dengan perhitungan di atas, ada triknya :
􀂃 Semakin tinggi f-number = aperture mengecil = cahaya yang masuk sedikit.
􀂃 Semakin besar f-number = aperture membesar = cahaya banyak yang masuk.

ISO (ISO Speed)

Adalah tingkat sensivitas pada sebuah sensor. Semakin besar angka yang tertulis, semakin besar pula tingkat sensitivity-nya. Pada kamera digital, ISO dapat diatur langsung pada body. Sedangkan pada kamera film, ISO tertera pada roll film dan tidak dapat dengan bebas diubah-ubah. Pada umumnya pada kamera digital pilihan pengaturan ISO terdiri dari Auto, 80, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, dan seterusnya.

Penggunaan ISO tinggi (>400) akan memberikan tingkat sensivitas yang tinggi pada sensor. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk merekam cahaya (Shutter speed) menjadi lebih sedikit, dan buka-an aperture semakin kecil. Penggunaan ISO tinggi akan memberikan efek buruk pada foto. Hasil rekaman akan terlihat banyak grain(bintik-bintik).  Jadi sebaiknya penggunaan iso disesuaikan dengan pencahayaan ruangan.
Umumnya di luar ruangan dengan tingkat pencahayaan yang cukup terang, walaupun berawan, penggunaan ISO pada angka 100 sudah cukup. Bila keadaan hujan, maka simpan kamera Anda. Karena saat hujan, basah. Sedangkan pemotretan didalam ruangan, harus menggunakan bantuan flash agar mendapatkan ISO rendah. Cara lain adalah memperbesar bukaan diafragma atau aperture. Apabila terpaksa karena tidak adanya fasilitas flash, atau pada kondisi tertentu dilarang menggunakan flash (misal di tempat ibadah), bisa menggunakan iso sampai dengan 1600. Di era digital ISO seperti sekarang ini, sudah dapat memberikan hasil foto yang sangat baik. Sensor digital telah disempurnakan sehingga dapat menghasilkan foto yang lebih baik.

Lensa

Merupakan mata bagi sebuah kamera. Karena semua foto yang dihasilkan oleh kamera jenis apapun, harus dilukiskan (direkam) melalui benda yang satu ini. Bahkan lensa juga terdapat pada mata kita.

Pada sebuah kamera SLR/DSLR, ada dua komponen yang harus diperhatikan saat menggunakan atau memilih sebuah lensa.

  • Focal Length (Panjang Focal)
  • Maximum Aperture (Diafrgma Maksimum)
  • Field of View (Sudut Pandang)
  • Crop Factor.

Focal Length (Panjang Focal)

Merupakan panjang jarak dari sensor/film sampai dengan lensa terluar. Panjang Focal berguna untuk menentukan Field of View (Sudut Pandang)FOV

Maximum Aperture (Bukaan Diafragma Terbesar)

Pada sebuah lensa terutama pada zoom lens, terdapat batasan-batasan terhadap bukaan diafragma. Pernah kita melihat sebuah lensa, misal Nikon AFS DX 18-55mm f/3.5-5.6G apakah artinya tulisan tersebut?
Dapat kita lihat, itu merupakan sebuah zoom lens dengan panjang fokal yang dapat berubah dari 18mm sampai dengan 55mm. lalu apa itu f/3.5-5.6?
f/3.5 adalah bukaan diafragma terbesar yang bisa di capai oleh lensa tersebut pada panjang fokal 18mm. Dan bila lensa diputar menuju panjang fokal 55mm, maka bukaan diafragma terbesar juga akan berubah semakin mengecil menjadi f/5.6

Ada beberapa lensa zoom yang memiliki Fix Aperture (Bukaan diafragma tetap) seperti Nikon AFS 24-70 f/2.8G ED atau Nikon AFS 24-105 f/2.8G ED. Lensa-lensa tersebut memiliki diafragma terbesar yang dapat dibuka pada f/2.8 dan tidak akan berubah walaupun panjang fokal diubah-ubah. Namun lensa-lensa tersebut harus di tebus dengan harga yang sangat mahal.
To be Continue…

Cymbal Line Hierachy

Saya sendiri juga bingung, terhadap pengelompokan cymbal-cymbal yang beredar di pasaran saat ini. Namun, setelah melakukan pencarian ke forum2 luar, saya buat disini pengelompokan secara umum berdasarkan bahan atau material cymbal tersebut, kualitas suara, kekuatan, dan peruntukan dari produsen.
Semoga dapat membantu Anda dalam memilih cymbal yang tepat untuk musik yang Anda.

Cymbal Pemula
Biasanya cymbal seri ini merupakan atau dijual paket bersamaan dengan drum seri bawah. Dibuat dari bahan kuningan, yang hanya mementingkan pada kegunaan. Kualitas suara yang dihasilkan pun tidak berkarakter dan cenderung lemah.

Produk yang beredar diantaranya:

  • Paiste: 101, PST3
  • Zildjian: Planet Z
  • Sabian: Solar, SBR
  • Meinl: HCS
  • Stagg: CXA, CXG, DX, DXC, DXJ, DXD, DXK

Cymbal Entry Level
Cymbal kelas ini diperuntukan bagi pemula dan hobbyist yang mulai serius dalam bermain drum. Kualitas yang dihasilkan terkadang tidak kalah dengan cymbal seri atas. Cymbal pada kelas ini, menggunakan bahan perunggu B8, yang juga diginakan pada cymbal kelas atas. Hanya saja berbeda proses pembuatan (Hammering & Lathing). Dari segi kualitas suara yang dihasilkan, beberapa sudah memiliki musikalitas yang tinggi. Hanya saja volume yang dihasilkan tidak sekuat cymbal seri diatasnya. Pembuatan cymbal seri ini biasanya full computerize pada hammering-nya. Tetapi ada beberapa produsen yang masih menggunakan tangan manusia untuk proses lathing.

Produk pada seri ini diantaranya:

  • Paiste: 202, PST5
  • Zildjian: ZBT, ZXT, ZHT
  • Sabian: B8, B8PRO
  • Meinl: MCS
  • Stagg: EXA, EXD, EXK

Cymbal Mid Level
Kelas ini merupakan kelas peralihan. Ada beberapa cymbal yang menggunakan bahan B8 dan beberapa menggunakan bahan B20. Walaupun B8 juga digunakan untuk cymbal kelas entry level, tetapi cymbal di kelas ini di proses dengan teknik yang berbeda dengan kelas dibawahnya. Begitu juga dengan cymbal berbahan B20 pada kelas ini. Perbedaaanya terletak pada hammering dan lathing. Cymbal pada kelas ini sudah dapat dikategorikan pada penggunaan pro. Bahkan beberapa cymbal pada kelas ini, dijadikan atau digunakan pada recording maupun live oleh drummer papan atas. Kualitas suara yang dihasilkan juga sudah hampir sama dengan cymbal kelas diatasnya.

Produk pada seri ini diantaranya:

  • Paiste: PST8, Alpha, Alpha Boomer
  • Sabian: APX, Xs20

Cymbal Pro Series
Ini merupakan kelas teratas. Kualitas cymbal pada kelas ini, tak perlu diragukan lagi. Begitu juga dengan produksi suara yang dihasilkan. Cymbal pada kelas ini tidak dapat di kategorikan mana yang bagus dan tidak bagus. Semua cymbal ada peruntukannya masing-masing. Jadi tergantung kebutuhan, atau disesuaikan dengan musik yang akan dimainkan.

Produk pada seri ini diantaranya:

  • Zildjian: K Zildjian, A Zildjian, A Custom, K Custom, Z3, FX Series
  • Paiste: 2oo2, RUDE, Giant Beat, Formula 602, Signature, Twenty
  • Sabian: AA, HH, AAX, HHX, Vault, Paragon, Artisan, SR2

Kesimpulannya.
Pemilihan cymbal yang tepat tidak bisa didasarkan oleh hierarchy yang saya tulis diatas. Semua harus dari sang drummer. Karena telinga dan selera setiap orang berbeda beda. Begitu juga dengan musik yang dimainkan. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin menjawab pertanyaan beberapa kenalan saya mengenai cymbal. Banyak yang salah persepsi tentang cymbal seri tertentu.

Pastinya banyak orang yang tidak setuju dengan tulisan pengelompokan jenis-jenis pada cymbal. Karena saya sendiri juga masih bingung mengenai kelompok-kelompok cymbal yang beredar di pasaran. Saya sendiri hanya mengetahui cymbal dari suaranya. Yang sesuai dengan selera saya sendiri. Tetapi sekali lagi saya tekankan, tulisan ini tidak bermaksud mengelompokan cymbal-cymbal tertentu. Saya hanya membuat tulisan ini untuk membantu atau memberikan gambaran kepada Anda yang masi buta sama sekali tentang jenis-jenis cymbal yang beredar di pasaran saat ini.

Dalam tulisan ini, tentu banyak kekurangan yang tidak sempat atau belum saya jelajah lebih dalam lagi mengenai cymbal. Jadi, apabila Anda memiliki info tambahan untuk menyempurnakan tulisan ini, saya sangat menghargai bila anda mem-post di kolom komentar yang tersedia dibawah.

Terima Kasih.

%d bloggers like this: